"Pelajar Sinjai Menolak Tambang Emas: 'Lingkungan Aman Lebih Penting untuk Masa Depan Generasi'"
"Pelajar Sinjai Menolak Tambang Emas: 'Lingkungan Aman Lebih Penting untuk Masa Depan Generasi'"
![]() |
| Ketua Umum Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PC IPM) Sinjai Selatan. |
Sinjai, Sulawesi Selatan - Polemik aktivitas tambang emas di Kabupaten Sinjai kembali memanas dan menarik perhatian berbagai pihak, terutama kalangan pelajar. Ketua PC IPM Sinjai Selatan, Syariman, menyerukan penolakan keras terhadap rencana operasional tambang emas yang berpotensi merusak lingkungan, pertanian, dan pemukiman warga. Area yang terdampak mencakup 11.326 hektare di empat kecamatan, yaitu Sinjai Barat, Bulupoddo, Sinjai Tengah, dan Sinjai Selatan.
Syariman mengungkapkan keprihatinannya terhadap informasi yang beredar tentang rencana operasional tambang emas. Menurutnya, hal ini berpotensi mengancam stabilitas ekosistem yang ada. "Jika tambang ini beroperasi, maka mata pencaharian di sektor pertanian dan perkebunan akan terancam," ujarnya, Kamis (19/6/2025).
Dampak dari operasional tambang, lanjut Syariman, juga berpotensi menyebabkan bencana seperti banjir, longsor, polusi udara, dan kerusakan lingkungan lainnya. Dalam konteks spiritual, Syariman juga mengutip Surah Al-Qasas ayat 77 yang melarang manusia membuat kerusakan di muka bumi. "Jelas dalam Al-Qur'an bahwa kita dilarang membuat kerusakan, dan ini menjadi pedoman bagi kita untuk menjaga lingkungan," tambahnya.
Syariman menegaskan bahwa masyarakat Sinjai masih bisa hidup tanpa tambang. "Lebih baik kita menjaga lingkungan dan sumber daya alam yang ada, daripada mengandalkan hasil tambang yang hanya memberikan manfaat sementara," katanya. Menurutnya, mengandalkan hasil tambang hanya akan memberikan manfaat bagi satu generasi, sementara pertanian dan sumber daya alam lainnya dapat dinikmati secara berkelanjutan oleh generasi-generasi mendatang.
"Anak-anak kita, cucu kita, dan generasi-generasi selanjutnya berhak menikmati lingkungan yang sehat dan lestari," tambahnya. "Masih ada cengkeh, kopi, sawah ladang, porang, dan lainnya sebagai sumber daya alam yang dapat menopang kehidupan mereka."
Dengan penolakan ini, Syariman berharap Sinjai dapat mempertahankan kelestarian lingkungan dan pertanian yang menjadi tulang punggung masyarakat. "Daripada mengorbankan lingkungan untuk kepentingan sesaat, lebih baik kita menjaga lingkungan untuk generasi mendatang," tutupnya.
Penulis: Pimred

Komentar