Cinta Keluarga ala Rasulullah: Pesan Kepala KUA Sinjai Selatan di Tengah Syahdu Hikmah Maulid
Cinta Keluarga ala Rasulullah: Pesan Kepala KUA Sinjai Selatan di Tengah Syahdu Hikmah Maulid
![]() |
| Pembicara: Agussariman, S.Pd, M.AP Lokasi: Masjid Nurussalam Dusun Balimengko |
SINJAI — Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW menyelimuti Masjid Nurussalam, Dusun Balimengko, Desa Songing, yang berlangsung pada 16 Sepetember 2025. Malam itu, bukan hanya tentang lantunan salawat, tetapi juga tentang pesan mendalam yang menyentuh hati. Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Sinjai Selatan, Agussariman, S.Pd, M.AP, hadir membawakan hikmah Maulid yang memusatkan perhatian pada satu hal: kekuatan cinta dalam keluarga.
Bersama penyuluh agama Bapak Ramli.A, S.Sos dan Dr. Nursaifullah, ST.MM, Agussariman menyampaikan pesannya dengan penuh kehangatan. Ia mengajak seluruh hadirin—termasuk Kepala Desa Songing, anggota DPRD Sinjai, dan puluhan majelis taklim—untuk meneladani akhlak Rasulullah dalam membangun rumah tangga. "Keluarga adalah madrasah pertama kita," ujarnya. "Hubungan antara suami, istri, dan anak-anak perlu dijaga dengan baik, seperti Rasulullah yang penuh kasih sayang."
Lebih dari sekadar teori, Agussariman memberikan tips praktis yang bisa langsung diterapkan. "Aktifkan sel-sel tubuh anak kita dengan membacakan selawat kepada mereka," pesannya. Sebuah ajakan yang sederhana namun memiliki makna spiritual mendalam, mengingatkan bahwa ikatan batin orang tua dan anak bisa diperkuat melalui doa dan nilai-nilai keagamaan.
Majelis Taklim Desa Songing: Lebih dari Sekadar Pengajian, Kini Bergerak Kembangkan Keterampilan
Dalam acara tersebut, perhatian juga tertuju pada Majelis Taklim Desa Songing. Kelompok ini tidak hanya dikenal aktif, tetapi juga menjadi percontohan di tingkat kabupaten, bahkan sering disebut dalam forum Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT).
Agussariman berharap, majelis taklim tidak berhenti pada rutinitas pengajian. Ia mendorong mereka untuk berani berinovasi. "Majelis taklim perlu mendesain program yang dapat meningkatkan keterampilan (skill) anggotanya," tegasnya. Sebuah gagasan yang menginspirasi, menunjukkan bahwa pengajian bisa menjadi wadah untuk pengembangan diri, baik secara spiritual maupun profesional.
Malam Maulid ini menjadi pengingat yang indah bagi masyarakat Sinjai Selatan. Bahwa di tengah rutinitas kehidupan, ada nilai-nilai penting yang harus terus dipupuk: cinta, kasih sayang, dan semangat untuk terus belajar dan berkembang.
Editot: Syariman

Komentar