Kerusakan akan berakibat musibah

"Hujan Lantara musibah atau Berkah"

Ipmawan Syariman
Ketum PC IPM Sinjai Selatan


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh.

Alhamdulillahi robbil Al-Amin. Wabiinas tainu ala umurid dunya wa'tin Asyahdu Allah ilaha Illa'wa Asyahdu Anna Muhammadan Rasulullah Saw. 

Saudara saudara kaum muslimin dimanapun berada marilah kita kembali bersyukur kepada Allah SWT diantara nikmat yang telah diberikan kepada kita semua. Dan diantara nikmat serta keberkahannya yakni diturunkannya hujan untuk menumbuhkan tanaman-tanaman kita dan sebagiannya kita minum serta pergunakan dalam kehidupan kita. Sholawat kepada nabi Muhammad Saw sebagai rahmatan Lil Alamiin untuk kita semua dan seluruh alam semesta beserta isinya.

Saudara-saudara yang sama dirahmati oleh Allah SWT.

Iklim yang berubah - ubah setiap saat menjadikan petani tak mampu menghasilkan panen maksimal. Sehingga hujan dianggap musibah, sedang sebagian petani yang tak pernah menggarap sawah, ladang mereka selama beberapa tahun dikarenakan iklim ini menjadikan mereka kembali mengarap sawah/ladang mereka.

Beberapa ayat-ayat Allah SWT di dalam Alquran menjelaskan tentang hujan surat Az-Zukhruf ayat 11:

وَالَّذِي نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً بِقَدَرٍ فَأَنْشَرْنَا بِهِ بَلْدَةً مَيْتًا ۚ كَذَٰلِكَ تُخْرَجُونَ

Artinya: Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).

Pada Ayat lain yang menyinggung hujan dapat ditemukan dalam surat An-Nahl ayat 10:

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً ۖ لَكُمْ مِنْهُ شَرَابٌ وَمِنْهُ شَجَرٌ فِيهِ تُسِيمُونَ

Artinya: Dialah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu.

Salah satu kasus nyata yang saya jumpai di Sinjai Timur tepatnya dusun bakae, mulai saya semester awal, barulah di semester 6 tahun ini saya mendapatkan hampir semua sawah yang menganggur kembali diolah kecuali yang memang telah menjadi pemukiman.
lalu Kenapa sebelumnya banyak sawah-sawah mereka yang tak di garap lantaran curah hujan ataupun irigasinya tak sampai ke sawah/ladang mereka.

Sesungguhnya Allah SWT lebih tahu siapa diantara kaumnya berbuat kebajikan/perbaikan dan yang berbuat kerusakan/kemungkaran dimuka bumi.

Sebagian Diantara kita banyak menganggap hujan sebagai musibah atau yang membawa sial.
musibah yang sering kita sebutkan adalah dari perbuatan kita sendiri .
Allah SWT berfirman.

وَمَآ اَصَابَكُمْ مِّنْ مُّصِيْبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ اَيْدِيْكُمْ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍۗ

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).
Q.S Asy-Syura [42] : 30

Maka jelaslah bahwa hujan adalah berkah dan musibah adalah teguran Allah SWT kepada hambanya yang masih berbuat kerusakan di muka bumi. Olehnya kita kembali kepada berkah memperbaiki ibadah kita, senantiasa bersyukur dan bersabar atas apa yang telah menjadi ketetapan Allah SW.

Nun. Walqolami Wamayasdurun

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semangat Kebersamaan dalam Pengajian Bersama PCA dan BKMT Sinjai Selatan

Kotak Amal Dicuri: Alarm Bagi Pengurus Masjid dan Tantangan Kesejahteraan Umat

Cinta Keluarga ala Rasulullah: Pesan Kepala KUA Sinjai Selatan di Tengah Syahdu Hikmah Maulid