LPPM Universitas Muhammadiyah Sinjai Gelar Pelatihan Manajemen Masjid dan Pengelolaan Majelis Taklim
LPPM Universitas Muhammadiyah Sinjai gelar pelatihan manajemen masjid dan pengelolaan majelis taklim di Masjid Nurul Taqwa honto desa Palangka pagi tadi. (28/9/22)
Diketahui bahwa dari 10 majelis taklim yang telah terbentuk hanya ada 2 majelis taklim yang aktif di desa palangka, yakni majelis taklim dusun Honto dan dusun Sumpang Ale, "kata" Nursaifullah ST.,MM yang juga selaku penyuluh Agama di desa Palangka.
Kepala desa palangka Abd Azis, menyampaikan bahwa kegiatan ini di harapkan mampu meningkatkan pengelolaan manajemen mesjid dan majelis taklim yang tidak hanya mengutamakan kuantitas namun juga kualitas.
Lukman S.,Ag pemateri pelatihan pengelolaan majelis taklim menyampaikan "Majelis taklim adalah bentuk akademik non formal yang menjadi bentuk pembinaan keilmuan di tengah masyarakat"
Salah satu unsur terpenting agar menejemen pengurus mesjid dan majelis taklim berjalan dengan baik yaitu adanya SDM yang memadai, serta silabus kajian sangat di butuhkan dalam pengelolaan majelis taklim agar kajian yang dilakukan bisa tersusun dengan baik mulai dari kajian dasar hingga kajian lanjutan.
Pemateri menejemen pengurus mesjid KM Wahyuddin S.,Ag menyampaikan, ada 3 poin penting dalam menejemen mesjid; 1. Idhara (kantor) sebagai pengelolaan SDM sumber daya manusia dan yang bertanggung jawab memilih kepengurusan. 2. Imara yang bertanggung jawab untuk memakmurkan masjid yaitu dengan mengadakan kegiatan majlis taklim, penyelenggara Qurban, TPA/TPQ dan pembinaan remaja mesjid. 3. Riaya pengelolaan kondisi fisik mesjid.
Kebanyakan mesjid kurang memperhatikan remaja mesjid sehingga meyebabkan kurang remaja yang mau memakmurkan mesjid yang ada hanya orang tua. "Kata" Wahyuddin. Editor (Syariman)

Komentar