Walimah itu Mengundang Makan, Bukan cari Untung
Bismillah
Assalamu'alaikum warohmatulohi wabarokatuh
Sebagian orang mungkin hanya mengundang orang kaya saja ketika acara walimah nikah. Lebih parahnya lagi jika niatnya mengundang orang-orang kaya dan pejabat saja agar amplop yang dimasukkan bernilai tinggi, sedangkan orang miskin tidak diundang sama sekali. Inilah sejelek-jelek makanan walimah.
.
“Seburuk-buruk makanan adalah makanan walimah, hanya orang-orang kaya yang diundang kepadanya sedangkan kaum fakir dibiarkan (tidak diundang)." (HR. Bukhari)
.
Yang dimaksud walimah dalam hadits ini adalah walimah pernikahan. Ash-Shan’aniy menjelaskan,
.
“Yang dimaksud hadits ini adalah khusus untuk walimatul ‘urs (walimah nikah), bukan semua acara walimah yang manusia diundang untuk makan (misalnya acara walimah khitan, ini walimah selain walimah nikah, pent).” (Subulus Salam 2/229)
.
Padahal orang kaya ketika diundang bisa jadi tidak datang karena mereka tidak terlalu butuh makan enak ketika acara walimah.
.
Sebagaimana penjelasan syaikh Al-‘Utsaimin dalam Syarh Riyadus Shalihin 3/102.
.
Adapun orang miskin umumnya lebih bertakwa dan lebih ikhlas berdoa. Mereka lebih rendah hati di hadapan Allah dan di hadapan manusia, jauh dari kesombongan yang membinasakan.
.
Bisa jadi doa orang miskin yang diundang ke acara walimah lebih ikhlas dan lebih mustajab ketika mendoakan kita.
.
Ini sebagaimana hadits “kita akan ditolong dan diberi rezeki disebabkan orang-orang lemah/miskin di sekitar kita.”
.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
أَبْغُوْنِي الضُّعَفَاءَ، فَإِنَّمَا تُرْزَقُوْنَ وَتُنْصَرُوْنَ بِضُعَفَائِكُمْ
.
“Carilah keridhaanku dengan berbuat baik kepada orang-orang lemah kalian, karena kalian diberi rezeki dan ditolong disebabkan orang-orang lemah kalian.”[5]
.
Dalam riwayat Nasa’i,
.
إِنما ينصُر الله هذه الأمةَ بضعيفها: بدعوتِهم، وصلاتِهم، وإِخلاصهم
.
“Sesungguhnya Allah akan menolong umat ini dengan sebab orang-orang yang lemah dari mereka, yaitu dengan doa, sholat dan keikhlasan mereka.” [6]
.
Hadits di atas maksudnya adalah orang miskin dan lemah lebih khusyu’ dan ikhlas ketika berdoa. Ibnu Hajar Al-Asqalani menukilkan penjelasan Ibnu Batthal rahimahullah,
.
“Tafsir hadits ini bahwa orang-orang lemah lebih ikhlas dalam berdoa dan lebih khusyu’ dalam ibadah karena hati mereka sangat sedikit bergantung dengan hirup pikuk kehidupan dunia. Karenanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berwasiat dalam banyak hadits agar berkasih sayang kepada orang yang miskin dan lemah.”[7]
.
Semoga bermanfaat
.
Keterangan :
.
[1] HR. BUkhari
[2] Subulus Salam 2/229
[3] Syarh Riyadus Shalihin 3/102
[4] HR. Abu Dawud, At-Tirmidz, Al-Hakim, ia menshahihkannya dan di-setujui oleh adz-Dzahabi, serta dihasankan Syaikh al-Albani dalam al-Misykah
[5] Dishahihkan Al-Imam Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 779
[6] HR Nasa’i. 3179
[7] Fathul Bari 6/89, Darul Ma’rifah, Beirut, 1397 H, syamilah
.
Wallahu a'lam
.
SELENGKAPNYA:
https://muslimafiyah.com/walimah-nikah-hanya-menundang-orang-kaya-saja.html
.
__
.
⚙️ Instagram: @ikhwan.daily
Dikutip, 16 Januari 2022 Pukul 20.06
@pcipmselatan
Komentar